Home Basa-basi Mengenal Gaya Hidup Minimalis

Mengenal Gaya Hidup Minimalis

by Gita Ramadhani
gaya hidup minimalis

Gaya hidup minimalis kini mulai familiar kita dengar di kalangan masyarakat. Beberapa influencer yang menerapkan gaya hidup minimalis kini sudah mulai banyak kita lihat di berbagai sosial media seperti youtube dan Instagram. Bukan hanya sekedar trend yang harus diikuti, namun sejumlah manfaat juga dapat kita rasakan saat menerapkan konsep tersebut. Terlebih lagi jika kamu adalah orang yang konsumtif atau boros.

Tetapi tahukah kamu apa itu gaya hidup minimalis? Kata minimalis biasanya lebih dikenal pada konsep menata ruangan. Tetapi tidak hanya itu, prinsip hidup minimalis juga dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa konsep mengenai gaya hidup minimalis

Memilih barang yang memiliki fungsi

Konsep utama dari gaya hidup minimalis adalah kita dapat mengendalikan barang-barang yang kita miliki. Artinya barang yang kita miliki memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan kita. Kita harus lebih selektif (melakukan seleksi atau penyaringan) saat memilih barang-barang mana yang benar-benar kita butuhkan dengan barang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan.

Lebih sedikit barang lebih bebas

Dengan memiliki lebih sedikit barang yang kita perlukan artinya kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu kita untuk merawat semua barang yang kita punya. Sehingga kita lebih memiliki waktu luang yang dapat kita habiskan dengan melakukan sejumlah aktivitas yang lebih bermakna.

Barang yang anda miliki tidak mencerminkan diri anda sesungguhnya

Barang yang kita punya bukanlah gambaran diri kita yang sesungguhnya. Pribadi seseorang tidak ditentukan atas barang apa yang ia miliki. Walaupun ada beberapa barang seolah menaikkan citra seseorang di masyarakat, seperti memiliki mobil dan rumah yang mewah. Namun hal itu kembali lagi bagaimana kita memaknai barang yang kita punya. Apakah memang benar barang-barang tersebut kita butuhkan atau tidak? Apakah memang sesuai dengan kemampuan kita atau tidak untuk memiliki barang tersebut? Jangan sampai kita ingin memiliki suatu barang hanya untuk sekedar mendapatkan prestise (kehormatan atau wibawa) di masyarakat yang sifatnya semu. Singkatnya, anda adalah anda, dan barang adalah barang.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!