Home TutorialArduino DHT11 : Sensor Murah nan Mudah untuk Mengukur Temperatur dan Kelembaban

DHT11 : Sensor Murah nan Mudah untuk Mengukur Temperatur dan Kelembaban

by Wahyu Rudiyan Saputra

Hai, Sorry nih udah lama ga nulis lagi… hehe karena ada beberapa kerjaan di kampus yang harus diselesaikan, jadi sekarang kita mau ngasi tutorial gimana caranya pake Sensor DHT11.

DHT11 merupakan sensor yang cukup murah dan mudah didapatkan dipasaran. Sensor ini memiliki spesifikasi diantaranya:

    • Humidity Range: 20-90% RH 
    • Humidity Accuracy: ±5% RH 
    • Temperature Range: 0-50 °C 
    • Temperature Accuracy: ±2% °C 
    • Operating Voltage: 3V to 5.5
Untuk datasheet dari sensor ini sendiri dapat di download di: Download

Terdapat 4 buah pin pada perangkat fisik sensor ini diantaranya adalah VCC, GND, dan Data, Tipe komunikasi data dari sensor ini adalah single wire interface (SWI) sehingga hanya dibutuhkan satu pin data saja yang terhubung pada mikrokontroler. Adapun komponen yang dibutuhkan untuk mencoba sensor ini adalah
    • Arduino (Boleh tipe apapun, kali ini kita menggunakan Arduino Mega2560) x 1 buah
    • Sensor DHT11 x 1 buah
    • Kabel Jumper x 3 buah
    • Kabel USB Tipe B x 1 buah
    • Resistor Pull-Up (boleh 10K atau 47K)
Spesifikasi teknis dari fisik perangkat sensor ini dapat dilihat pada gambar berikut:

 
Skema untuk menghubungkan sensor dengan arduino dapat mengikuti gambar berikut:


Untuk membuat kode program dari sensor ini, teman-teman harus terlebih dahulu menginstall library dari sensor DHT11 ini pada Arduino IDE teman-teman dengan cara seperti gambar dibawah:

 

Jika sudah di tahap ini, maka akan keluar tampilan jendela seperti di bawah, lalu search dengan kata kunci DHT11, kemudian Install.

 
 

Kode program dari Percobaan sensor ini dapat dilihat di bawah ini, atau dapat di-Download : DISINI

#include "DHT.h"
#define pinDHT  2
#define tipeDHT DHT11
DHT sensorDHT(pinDHT, tipeDHT);
float h, t;

void setup() {
// put your setup code here, to run once:
Serial.begin(9600);
Serial.println("Percobaan Sensor DHT11!");
Serial.println("Inisialisasi");

for(int i = 0; i < 10; i++){
Serial.print("==");
delay(500);
}

Serial.println();
Serial.println("Mulai!");
delay(2000);
}

void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
// Pembacaan Sensor mungkin membutuhkan waktu 2 detik.
float h = sensorDHT.readHumidity();
// Baca Sensor dalam mode Celcius
float t = sensorDHT.readTemperature();

if (isnan(h) || isnan(t)) {
Serial.println("Pembacaan Sensor DHT11 Gagal!");
return;
}

Serial.print("Kelembaban Udara : ");
Serial.print(h);
Serial.println(" %");

Serial.print("Suhu Udara : ");
Serial.print(t);
Serial.println(" C");
delay(500);
}
Hasil dari kode program pada percobaan kali dapat dilihat di serial monitor seperti pada gambar di bawah.


Oke, mungkin sekian bahasan singkat kita kali ini, namun ada sedikit tambahan tips, jika nanti pada saat percobaan teman-teman mengalami kendala pada header Adafruit_Sensor.h, teman-teman bisa download header tersebut di repo Github Adafruit kemudian simpan di folder library DHT11 arduino teman-teman. Terima Kasih.

You may also like

Leave a Comment