Home Review IoT Class (Kelas ke-I) : Mengenal Chip ESP8266EX, Si Mungil Nan Menawan

IoT Class (Kelas ke-I) : Mengenal Chip ESP8266EX, Si Mungil Nan Menawan

by Wahyu Rudiyan Saputra

Oke balik lagi dengan ProyekRumahan sebenarnya hari ini lagi males mau ngapa-ngapain, tapi buat temen-temen nih kita berbagi masalah Chip yang bisa dipake buat ngendaliin Colokan Listrik, Lampu, AC, dan Apapun yang mau temen-temen kendaliin deh, yaudah daripada banyak basa-basi mending langsung aja deh ke bahasan.

Banyak yang bilang, dulu sekitar tahun-tahun awal maraknya pemain mikrokontroler khususnya Atmel AVR dan Arduino (yah kisaran tahun 2009 s.d 2010-an lah ingetnya waktu itu saya masih SMA), WiFi Bridge atau yang banyak dikenal dengan WiFi Shield merupakan salah satu produk third party-nya si Arduino yang cukup mahal, karena pada masa itu koneksi internet belum merebak seperti sekarang. Harganya pada masa itu masih di kisaran harga barunya Arduino Board atau lebih malah. Tapi perkembangan teknologi maju begitu cepat, di awal 2012, sebuah komputer mungil dirilis dengan kemampuan yang mendekati kemampuan sebuah komputer besar, yap Raspberry Pi. Bua yang mau tau masalah raspberry pi ikutin link dibawah ini yah…

Dengan melakukan duet maut antara RaspberryPi, memungkinkan Arduino dapat terkoneksi melalui jaringan komputer, namun untuk masalah harga, memang kurang efisien sih… Tapi buat sekarang udah enggak lagi, karena udah ada alat baru yang dikembangkan sebagai WiFi Bridge dengan harga murah. ESP8266EX, sebuah chip yang dikembangkan oleh perusahaan Espressif System Pte. Ltd. yang bermarkas di Shanghai, China. Espressif sudah merilis beberapa produk namun untuk saat ini yang akan kita bahas adalah System on Chip (SoC) ESP8266EX.

ESP8266EX

Di lansir dari halaman Hackday.com, saat pertama kali chip ini di rilis, banyak penggiat perangkat keras merasa wah, kenapa?, karena Espressif berhasil memproduksi sebuah WiFi Bridge Chip dengan harga yang sangat murah. Murah, hemm tapi nggak murahan yah…
Chip ini dipasarkan degan membawa kemampuan yang sangat baik, hal ini terbukti dengan fiturnya yang cukup menawan, apa saja fiturnya yuk kita liat…

Arsitektur Ga Biasa
Ga salah sih kalo judulnya kaya gitu, dari data yang kita baca-baca, ESP8266EX dibangun dengan arsitektur yang berbeda, ga kaya Arduino yang dibangun dengan arsitektur AVR, dan STM32 yang dibangun dengan arsitektur ARM. ESP dikembangkan dengan arsitektur Xtensa LX106, arsitektur yang dikembangkan oleh salah satu perusahaan yang bermarkas di Aussie, Tensilica. Kemampuan proses dari Chip ini yaitu 32-bit dengan format instruksi RISC, dan bekerja pada kecepatan 80MHz. Protokol jaringan yang didukung standar yaitu 802.11 b/g/n (memang standarnya WiFi, bukan Wife yah -_-). Antarmuka-nya juga masih sama, ada GPIO, SPI, I2C, UART, dan ADC.

Arsitektur Standar Extensa

Bekerja pada Daya Rendah 
Yap, dari halaman web resmi Espressif, mereka menyatakan bahwa chip yang mereka kembangkan dapat bekerja dengan supply daya sebesar 3.3VDC. Yap rendah, tapi ingat jika kalian penggiat elektronika tertanam (Embedded) pasti tau dong rata-rata minimum supply daya yang dibutuhkan mikrokontroler umumnya, bener…. 5VDC.

Robust Design
Perangkat ini didesain untuk kuat (Robust) terhadap tempertatur yang tinggi. Chip ini dapat bekerja dalam rentang temperatur -40°C to +125°C.

SDK dan Bahasa Program
Untuk SDK, bisa di download di halaman resminya Espressif, disana ada SDK buat RTOS dan NON-OS. Bahasa pemrograman yang didukung yaitu Wiring Programing-nya Arduino, C (tapi download dulu SDK-nya), Lua, Python Embedded (dari Micropython), dan Basic (pake ESP Basic).Untuk harga sebuah chip ini sendiri di Indonesia belum ada jual sih, tapi kalo untuk modul banyak kok tersedia di pasaran. Sebuah modul ESP8266EX itu sekitar 90rb-an lah, untuk di TokPed yah…

Digistump Board based on ESP SoC

Jadi sekian dulu bahasan masalah Chip ini, untuk projectnya ESP8266EX tungguin aja yah…. tetap di ProyekRumahan.com

You may also like

Leave a Comment